Burayot, Camilan Manis Asal Garut yang Wajib Dicoba!

Burayot Camilan Manis Asal Garut
(Instagram/@anton_wiwoho)

Jika berbicara tentang jajanan tradisional Sunda, nama Burayot pasti masuk dalam daftar camilan yang bikin banyak orang tersenyum nostalgia. Bentuknya unik seperti kantong kecil yang menggembung, rasanya manis legit, teksturnya renyah diluar dan lembut didalam. 

Meski dikenal sebagai jajanan sederhana, Burayot menyimpan cerita panjang sebagai camilan khas pedesaan. Kini, popularitasnya kembali naik berkat maraknya konten kuliner tradisional yang mengulas jajanan daerah. 

Bahkan, banyak generasi muda mulai kembali mencari burayot sebagai oleh-oleh atau sekedar camilan saat sore hari. 

Apa Itu Burayot? 

Apa Itu Burayot?
(Instagram/@your.favcupid)

Burayot adalah camilan tradisional yang berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat. Terbuat dari campuran tepung beras, gula merah, dan minyak goreng, camilan ini memiliki cita rasa manis dengan aroma gula aren yang khas. 

Proses pembuatannya pun unik, adonan digoreng sambil ditarik hingga membentuk kantong kecil, menjadikannya memiliki nama “burayot” yang berarti menggantung atau menggelambir. 

Camilan ini biasanya dibuat oleh masyarakat pedesaan sebagai suguhan khas pada acara keluarga hingga tradisi adat. Banyak pengrajin burayot yang masih mempertahankan cara pembuatan tradisional tanpa bahan pengawet, sehingga rasanya tetap otentik. 

Ciri Khas Rasa dan Tekstur Burayot

Ciri Khas Ras dan Tekstur Burayot
(Instagram/@jualantetangga)

Salah satu alasan camilan ini banyak disukai adalah perpaduan rasa manis legit dan tekstur renyah. Saat digigit, bagian luar terasa crunchy, sementara bagian tengahnya lebih lembut dan penuh aroma gula aren.

Camilan khas Garut ini juga memiliki daya simpan yang cukup lama sehingga cocok dijadikan oleh-oleh. Meski tampilan biasa, rasanya enak bisa menandingi camilan modern. 

Asal Usul Burayot yang Menarik 

Burayot sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan menjadi bagian dari kuliner tradisional masyarakat Garut. Awalnya, jajanan ini dibuat untuk keperluan acara adat dan suguhan untuk tamu.

Seiring waktu, camilan manis ini mulai dijual di pasar tradisional hingga ke sentra oleh-oleh Garut seperti Tarogong dan Samarang. 

Keterampilan membuat camilan manis ini biasanya diwariskan turun-temurun. Banyak pengrajin yang tetap mempertahankan teknik lama agar cita rasa camilan tetap autentik dan berbeda dengan versi pabrikan. 

Mengapa Burayot Wajib Dicoba Wisatawan?

Cemilan Manis Asal Garut Ini Wajib Dicoba Wisatawan
(Instagram/@aliagrempurnamasari)

Ada beberapa alasan yang membuat burayot patut masuk daftar camilan yang harus dicoba wisatawan saat mengunjungi kabupaten Garut, diantaranya sebagai berikut: 

1. Rasanya Unik dan Bikin Nagih 

Campuran tepung beras dan gula aren yang digoreng sempurna menciptakan sensasi manis yang tidak berlebihan. 

2. Cocok untuk Oleh-Oleh 

Tahan lama dan mudah dibawa, sehingga camilan khas Garut ini menjadi pilihan wisatawan untuk dibawa pulang dari Garut. 

3. Harga Terjangkau 

Salah satu keunggulan jajanan tradisional ini adalah harganya yang ramah di kantong, sehingga bisa dinikmati semua kalangan. 

4. Camilan Tradisional yang Mulai Langka 

Meski masih bisa ditemukan, pengrajin burayot saat ini tidak sebanyak dulu. Mencobanya berarti Sobat Rilex ikut menjaga keberlangsungan kuliner lokal. 

Bagi penggemar camilan manis atau pecinta kuliner tradisional, burayot adalah pilihan yang tidak boleh dilewatkan. Rasanya otentik, teksturnya unik, dan memiliki nilai sejarah yang membuatnya semakin istimewa. 

Jika Sobat Rilex berkunjung ke Garut, pastikan camilan khas Garut ini masuk dalam daftar oleh-oleh wajib. Dan buat Sobat Rilex yang ingin liburan makin nyaman, nantikan kehadiran Garut Premiere Villas

Penginapan bernuansa alam dengan pemandangan indah dan suasana tenang, siap melengkapi pengalaman kuliner Sobat Rilex selama di Garut! 

Baca insight menarik lainnya terkait kuliner, destinasi, lifestyle, tips & trik di blog Rilex